Beda Chipset HP Mahal dan HP Murah, Ini 5 Faktor yang Menentukan Performa
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Perbedaan harga HP mahal dan HP murah tidak hanya ditentukan oleh desain, kamera, atau kapasitas memori. Chipset yang digunakan juga menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi performa, efisiensi baterai, kualitas foto, hingga kemampuan menjalankan fitur kecerdasan buatan (AI). Minggu (25/10/2026).
Chipset merupakan komponen utama yang mengatur berbagai proses di dalam smartphone. Karena itu, pemilihan chipset berpengaruh terhadap pengalaman pengguna, mulai dari membuka aplikasi dan bermain game hingga merekam video dengan kualitas tinggi.
Ponsel kelas flagship umumnya dibekali chipset dengan kemampuan pemrosesan lebih tinggi. Sementara itu, smartphone kelas entry-level menggunakan chipset yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian dengan biaya produksi lebih terjangkau.
Baca: Batuan Purba Kebumen Berusia 125 Juta Tahun, BRIN Ungkap Jejak Pembentukan Pulau Jawa
1. Teknologi Fabrikasi Memengaruhi Efisiensi Chipset
Salah satu faktor pembeda chipset kelas atas dan kelas bawah adalah teknologi fabrikasi yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Baca: iPhone Lipat Apple Mulai Pre-Order di Indonesia, Harga Tembus Rp75,9 Juta
Chipset modern kelas flagship dapat menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer (nm), sedangkan chipset kelas lebih terjangkau bisa memakai teknologi fabrikasi yang berbeda, bergantung pada model dan generasinya.
Secara umum, teknologi fabrikasi yang lebih maju memungkinkan produsen mengembangkan chip dengan kepadatan transistor lebih tinggi dan potensi efisiensi daya yang lebih baik.
Meski demikian, angka nanometer bukan satu-satunya penentu kecepatan. Arsitektur prosesor, rancangan chip, sistem pendingin, dan optimasi perangkat lunak juga memengaruhi kinerja smartphone secara keseluruhan.
Baca: Mahasiswa UNAIR Lolos Finalis PIMNAS 39, Usung Inovasi Mikroalga
2. Performa CPU dan GPU Tidak Sama
Perbedaan berikutnya terletak pada kemampuan CPU dan GPU. CPU bertugas menjalankan instruksi serta berbagai proses utama, sedangkan GPU menangani pengolahan grafis.
Baca: Bintang Katai Putih Berwarna Hijau Bikin Astronom Ungkap Misteri Kosmik
Chipset kelas flagship biasanya dirancang untuk menangani pekerjaan berat, seperti bermain game dengan grafis tinggi, mengedit video, dan menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan.
Sebaliknya, chipset kelas pemula lebih berorientasi pada kebutuhan dasar, seperti berkirim pesan, menjelajahi internet, menggunakan media sosial, dan menonton video.
Kesenjangan performa dapat terlihat ketika kedua kelas chipset menjalankan aplikasi yang membutuhkan sumber daya besar. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, chipset kelas terjangkau yang dirancang dengan baik tetap dapat memberikan pengalaman yang memadai.
Baca: Ilmuwan Islandia Teliti Ruang Magma Krafla, Buka Peluang Energi Terbarukan
3. Kemampuan Kamera dan AI Lebih Canggih
Chipset smartphone juga memiliki sistem pemrosesan gambar atau Image Signal Processor (ISP) yang berperan dalam menghasilkan foto dan video.
Baca: NASA Uji Teknologi Inspeksi Satelit, Upaya Baru Tekan Sampah Antariksa
Pada chipset kelas atas, kemampuan ISP umumnya lebih lengkap untuk mendukung pemrosesan gambar kompleks, pengurangan gangguan visual, perekaman video berkualitas tinggi, serta pengolahan beberapa kamera.
Selain itu, tersedia unit pemrosesan AI atau Neural Processing Unit (NPU) yang membantu menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan, seperti pengolahan foto, pengenalan objek, dan sejumlah fitur AI langsung di perangkat.
Chipset kelas murah biasanya memiliki kemampuan pemrosesan yang lebih terbatas. Kendati demikian, hasil foto tidak hanya ditentukan chipset, tetapi juga sensor kamera, kualitas lensa, dan pengolahan perangkat lunak dari produsen HP.
Baca: Era AI Ubah Praktik Hukum, In-House Counsel Hadapi Tantangan Baru
4. Dukungan Jaringan dan Konektivitas Berbeda
Dukungan jaringan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan saat membandingkan chipset smartphone.
Baca: Perkuat Jejaring Puskesmas, Dinkes Kampar Fokus Integrasi Data Pelayanan Kesehatan
Sejumlah chipset kelas menengah dan flagship telah mendukung jaringan 5G, sedangkan sebagian chipset entry-level masih berfokus pada konektivitas 4G.
Namun, dukungan jaringan tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan harga atau nama merek chipset. Konsumen perlu memeriksa spesifikasi masing-masing model, termasuk modem, pita frekuensi yang didukung, dan kompatibilitas jaringan operator.
Selain konektivitas seluler, chipset juga dapat memiliki kemampuan berbeda dalam mendukung Wi-Fi, Bluetooth, dan teknologi koneksi lainnya.
Baca: BMKG Peringatkan 9 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada
5. Mengapa Chipset Flagship Lebih Mahal?
Harga chipset kelas atas dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari biaya riset dan pengembangan, kompleksitas desain, teknologi manufaktur, hingga fitur tambahan yang disematkan.
Baca: BMKG Ingatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Pengembangan arsitektur CPU dan GPU berperforma tinggi membutuhkan investasi besar. Produsen juga harus mengoptimalkan kemampuan pemrosesan AI, kamera, serta konektivitas agar sesuai dengan kebutuhan smartphone premium.
Di sisi lain, chipset kelas entry-level dirancang untuk menekan biaya produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
Perbedaan biaya komponen tersebut dapat memengaruhi harga akhir smartphone. Meski begitu, harga jual HP juga ditentukan oleh faktor lain, seperti layar, kamera, kapasitas baterai, material bodi, memori, dan strategi pemasaran.
Baca: BMKG: 13 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini, Riau Masuk Daftar
Tips Memilih HP Berdasarkan Chipset
Sebelum membeli smartphone baru, konsumen sebaiknya menyesuaikan pilihan chipset dengan kebutuhan dan anggaran.
Baca: Jejak Kaki T-Rex Ditemukan, Fosil Kuno Ini Segera Dipindahkan ke Museum AS
Untuk komunikasi, media sosial, menonton video, dan penggunaan aplikasi ringan, chipset kelas entry-level yang memadai dapat menjadi pilihan ekonomis.
Bagi pengguna yang sering bermain game, melakukan multitasking, atau mengedit konten, chipset kelas menengah dengan CPU dan GPU lebih kuat dapat memberikan keseimbangan antara harga dan performa.
Sementara itu, pengguna yang membutuhkan performa tinggi, fitur AI lebih lengkap, serta kemampuan pengolahan foto dan video tingkat lanjut dapat mempertimbangkan smartphone dengan chipset flagship.
Baca: Syahrul Aidi Bicara Masa Depan Jurnalisme dan Regulasi AI
Konsumen juga sebaiknya memeriksa generasi chipset, dukungan pembaruan perangkat lunak, kapasitas RAM, jenis penyimpanan, dan sistem pendingin. Sebab, performa HP tidak ditentukan oleh chipset saja, melainkan oleh kombinasi seluruh komponen dan optimasi perangkat.
Dengan memahami perbedaan tersebut, calon pembeli dapat memilih smartphone yang sesuai kebutuhan tanpa harus selalu membeli perangkat paling mahal di pasaran. (SM)
