Syahrul Aidi Bicara Masa Depan Jurnalisme dan Regulasi AI
KANALSUMATERA.com - KAMPAR – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar terhadap dunia jurnalistik. Kondisi tersebut mendorong perlunya pemahaman lebih kuat dari kalangan jurnalis terhadap teknologi sekaligus regulasi yang mengaturnya. Rabu (16/09/2026).
Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc., M.A. saat menjadi keynote speaker dalam Webinar Bakti Komdigi bertajuk “Merajut Nusantara: Jurnalisme di Era AI, Antara Kebebasan Pers, Keamanan Digital, dan Regulasi”.
Webinar yang berlangsung secara daring melalui Zoom tersebut digelar mulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. Kegiatan ini membahas tantangan dunia pers di tengah perkembangan teknologi AI, termasuk aspek kebebasan pers, keamanan digital, dan kebutuhan regulasi.
Baca: Apple Dikabarkan Siapkan Tiga iPad Baru pada 2027, iPad Air Bakal Gunakan Layar OLED
Dalam kesempatan itu, Syahrul Aidi menekankan pentingnya jurnalis meningkatkan pengetahuan mengenai regulasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital, khususnya AI.
Menurutnya, pemahaman tersebut diperlukan agar insan pers mampu mengikuti perubahan teknologi sekaligus memahami ketentuan yang berlaku.
Baca: Apple Hadirkan Dua MacBook Baru, Layar Sentuh dan Chip M6 Jadi Sorotan
Syahrul Aidi mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan informasi yang lebih utuh kepada para jurnalis, khususnya dari Riau.
Webinar menghadirkan Dr. Aza El Munadiyana, S.Si., MM., AMIPR, yang merupakan akademisi sekaligus Ketua STIM Budi Bakti dan Tenaga Ahli Fraksi PKS untuk Poksi I. Ia disebut turut terlibat dalam pembahasan regulasi di DPR RI yang berkaitan dengan sektor digital, pers, media, dan penyiaran.
Selain membahas perkembangan teknologi, Syahrul Aidi juga membuka ruang bagi jurnalis untuk menyampaikan aspirasi terkait regulasi digital.
Baca: Batuan Purba Kebumen Berusia 125 Juta Tahun, BRIN Ungkap Jejak Pembentukan Pulau Jawa
Ia menyebut masukan dari kalangan pers dapat menjadi bahan dalam mempersiapkan regulasi yang dibutuhkan ke depan.
Syahrul Aidi Dorong Pembahasan RUU AI
Baca: iPhone Lipat Apple Mulai Pre-Order di Indonesia, Harga Tembus Rp75,9 Juta
Syahrul Aidi juga menyinggung perkembangan AI yang kini menjadi perhatian di berbagai forum internasional.
Melalui Badan Kerja Sama Antar-Parlemen, isu AI disebut menjadi salah satu persoalan global yang telah dibicarakan dalam berbagai forum. Karena itu, ia menyampaikan adanya dorongan agar Indonesia mulai membahas regulasi khusus mengenai kecerdasan buatan.
Menurut Syahrul, regulasi tersebut penting untuk merespons perkembangan teknologi sekaligus memberikan kepastian dalam pemanfaatan AI.
Baca: Mahasiswa UNAIR Lolos Finalis PIMNAS 39, Usung Inovasi Mikroalga
"Kami sudah surati pimpinan, mudah-mudahan secepatnya," ujar Syahrul Aidi.
Dorongan pembahasan RUU AI tersebut menjadi salah satu isu penting dalam diskusi mengenai masa depan jurnalisme di tengah perkembangan teknologi digital.
Baca: Bintang Katai Putih Berwarna Hijau Bikin Astronom Ungkap Misteri Kosmik
Bagi kalangan pers, perkembangan AI tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi dalam produksi dan distribusi informasi, tetapi juga menyangkut aspek regulasi, keamanan digital, serta kebebasan pers.
Webinar Bakti Komdigi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan isu perkembangan teknologi AI dengan kebutuhan jurnalis memahami regulasi digital yang terus berkembang. (SM)
