BMKG yang Bergantung pada Satelit Jepang

Alwira Fanzary
Rabu, 9 Januari 2019 22:24:22
Kantor BMKG pusat

KANALSUMATERA.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui sangat membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk mitigasi bencana di Indonesia.

Terlebih, untuk memantau cuaca di seluruh Indonesia, badan itu mengandalkan bantuan dari satelit milik Jepang.

Seperti yang dimuat Rmol.co, pengakuan itu sebagaimana disampaikan Deputi bidang Meteorologi BMKG Mulyono Rahadi saat memaparkan pantauan satelit terhadap kerak bumi kepada Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah di Kantor BMKG, Rabu (9/1).

"Untuk memantau kerak bumi serta cuaca, BMKG sangat bergantung dari kerjasama dengan Jepang yang memiliki satelit," kata Mulyono.

Menurutnya, kerjasama tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Konsekuensi dari penggunaan satelit Jepang, Mulyono mengatakan hasil pantauan yang diterima BMKG telat sekitar 10 menit.

Baca: Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya

Pihaknya mengakui, untuk pengadaan alat tersebut pihaknya sudah memperjuangkan anggaran kepada pemerintah dari tahun 2015. Namun anggaran tersebut belum disetujui oleh pemerintah.

Merespon persoalan penambahan anggaran untuk mitigasi bencana, Fahri Hamzah secara tegas menyatakan siap membantu BMKG.

Dia mengakui posisi badan itu sangat lemah dalam memperjuangkan penambahan karena tidak punya alat penekan.

"BMKG membutuhkan penekan ya dari politisi. Saya sebagai politisi siap membantu," tegasnya.

Fahri mengaku saat DPR membuat UU Keantariksaan, dia pernah menyampaikan ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bahwa Indonesia bisa membuat satelit mitigasi bencana dan untuk kepentingan lainnya.

Pembuatan itu memang butuh anggaran besar, tapi jika pemerintah serius Fahri yakin satelit bisa dibuat.

Di akhir masa jabatan sebagai pimpinan DPR, Fahri menyatakan siap membantu BMKG untuk memperjuangkan satelit yang salah satunya bisa dipakai untuk mitigasi bencana.

"Satelit itu penting karena Indonesia masuk dalaM wilayah cincin api (ring of fire) dan berada di tiga lempeng sehingga rawan bencana gempa, erupsi gunung api dan lainnya," kata Fahri. Rm/Kso

Lainnya
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini Alasannya..
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini Alasannya..
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Meng
Ada Petunjuk Baru Keberadaan Air di Mars
Inilah Cara Laporkan SMS Penipuan
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN
29 Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak, DLHK Pekanbaru
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I