Misteri Alam Semesta Terkuak, Dark Matter Diduga Berinteraksi dengan Dark Energy
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Misteri terbesar tentang alam semesta kembali menjadi perhatian para ilmuwan. Kajian terbaru mengungkap kemungkinan adanya interaksi antara dark matter atau materi gelap dengan dark energy atau energi gelap, dua komponen misterius yang diperkirakan mendominasi sebagian besar isi kosmos. Senin (14/09/2026).
Selama ini, dark matter dan dark energy menjadi dua teka-teki terbesar dalam dunia kosmologi. Keduanya diyakini membentuk sekitar 95 persen alam semesta, tetapi sifat dan mekanisme kerjanya hingga kini belum sepenuhnya dipahami.
Materi gelap diyakini berperan penting dalam pembentukan struktur kosmik melalui pengaruh gravitasinya. Sementara itu, energi gelap dikaitkan dengan percepatan ekspansi alam semesta.
Baca: Harta Eduardo Saverin Anjlok Rp 178 Triliun, Saham Meta Jadi Sorotan
Penelitian terbaru mencoba menguji kemungkinan bahwa kedua komponen tersebut tidak sepenuhnya berdiri sendiri, melainkan dapat saling berinteraksi dalam apa yang dikenal sebagai dark sector atau sektor gelap alam semesta.
Sejumlah penelitian menggunakan data pengamatan kosmologi terbaru, termasuk pengukuran Baryon Acoustic Oscillations dari DESI, data supernova, Cosmic Chronometers, hingga pengamatan lain untuk menguji berbagai model interaksi antara materi gelap dan energi gelap.
Salah satu kajian menemukan bahwa model yang memungkinkan adanya pertukaran energi antara kedua komponen tersebut dapat memberikan kecocokan yang kompetitif terhadap sejumlah data pengamatan kosmologi. Namun, hasil tersebut belum menjadi bukti pasti bahwa interaksi itu benar-benar terjadi.
Penelitian lain yang diterima untuk dipublikasikan di Physical Review D juga menemukan adanya indikasi interaksi dalam beberapa skenario berdasarkan gabungan data kosmologi terbaru. Meski demikian, analisis statistik masih menunjukkan bahwa model kosmologi standar ΛCDM tetap menjadi model yang lebih diunggulkan dalam perbandingan tertentu.
Temuan-temuan tersebut membuka peluang baru untuk memahami bagaimana alam semesta berevolusi dan mengapa ekspansinya terus mengalami percepatan.
Jika interaksi antara dark matter dan dark energy benar-benar dapat dibuktikan melalui pengamatan yang lebih kuat, hal itu berpotensi memberikan pemahaman baru mengenai struktur dan sejarah perkembangan alam semesta.
Namun, para ilmuwan masih membutuhkan data observasi yang lebih luas untuk memastikan apakah indikasi tersebut merupakan fenomena fisik nyata atau hanya hasil yang masih dapat dijelaskan melalui model kosmologi yang telah digunakan selama ini.
Dengan berbagai teleskop dan proyek pengamatan kosmologi yang terus berkembang, misteri mengenai 95 persen komponen alam semesta yang hingga kini masih tersembunyi itu diperkirakan akan terus menjadi salah satu fokus utama penelitian astronomi modern. (SM)
