Bintang Katai Putih Berwarna Hijau Bikin Astronom Ungkap Misteri Kosmik
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Para astronom mengidentifikasi bintang katai putih yang secara teoritis akan tampak berwarna hijau bagi mata manusia. Temuan yang tidak biasa ini membuka perspektif baru untuk memahami karakteristik bintang mati dan material planet yang pernah berada di sekitarnya. Minggu (18/10/2026).
Penelitian tersebut dipimpin Mark Hollands, astrofisikawan dari University of Warwick, Inggris. Hasil kajiannya dipublikasikan dalam jurnal RAS Techniques and Instruments (RASTI).
Bintang yang menjadi perhatian para peneliti merupakan katai putih, yakni inti padat yang tersisa setelah bintang mirip Matahari mengakhiri fase evolusinya. Meski sebagian besar bintang dikenal memiliki warna oranye, putih, atau biru, katai putih tertentu dapat menunjukkan karakteristik spektrum yang berbeda.
Baca: Ilmuwan Islandia Teliti Ruang Magma Krafla, Buka Peluang Energi Terbarukan
Kandungan Unsur Membuat Bintang Tampak Berbeda
Warna bintang berkaitan dengan suhu dan karakteristik cahaya yang dipancarkannya. Namun, pada katai putih, kondisi lapisan terluar serta unsur-unsur yang terkandung di dalamnya dapat memengaruhi spektrum cahaya yang teramati.
Baca: NASA Uji Teknologi Inspeksi Satelit, Upaya Baru Tekan Sampah Antariksa
Dalam penelitian ini, Hollands menganalisis 151 bintang katai putih yang berada dalam jarak 20 parsec dari Bumi, atau sekitar 65 tahun cahaya.
Dari pengamatan tersebut, para peneliti menemukan objek yang diperkirakan memiliki tampilan hijau apabila dilihat oleh mata manusia. Kalsium, natrium, dan litium menjadi unsur utama yang teridentifikasi pada bintang tersebut.
Keberadaan unsur-unsur itu menarik perhatian ilmuwan karena dapat memberikan petunjuk mengenai material yang terakumulasi pada permukaan bintang katai putih.
Baca: Era AI Ubah Praktik Hukum, In-House Counsel Hadapi Tantangan Baru
Sisa Planet Menjadi Petunjuk Sejarah Tata Surya
Katai putih dapat menarik dan menelan puing-puing benda langit yang berada di sekitarnya. Material yang terserap kemudian meninggalkan jejak unsur kimia yang dapat dipelajari melalui analisis spektrum cahaya.
Baca: Perkuat Jejaring Puskesmas, Dinkes Kampar Fokus Integrasi Data Pelayanan Kesehatan
Informasi tersebut membantu astronom memperkirakan komposisi benda-benda planet yang pernah mengorbit bintang itu. Dengan demikian, katai putih tidak hanya menjadi objek penelitian tentang evolusi bintang, tetapi juga sumber petunjuk mengenai sejarah sistem planet.
Penelitian ini juga mencatat adanya katai putih lain dengan perkiraan tampilan merah muda menyerupai warna salmon. Karakteristik tersebut dikaitkan dengan tingginya kerapatan molekul karbon.
Warna Bintang Diketahui Lewat Analisis Spektrum
Baca: BMKG Peringatkan 9 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada
Bintang katai putih yang diteliti tidak dapat diamati secara langsung dari Bumi sebagai objek berwarna hijau. Para ilmuwan memperkirakan tampilannya melalui data spektrum, yaitu informasi tentang cahaya yang dipisahkan berdasarkan panjang gelombang.
Metode ini memungkinkan peneliti mempelajari karakteristik cahaya bintang dan memperkirakan warna yang mungkin terlihat oleh mata manusia.
Baca: BMKG Ingatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Temuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengamatan astronomi tidak hanya bergantung pada apa yang terlihat secara langsung melalui teleskop. Analisis data cahaya dapat mengungkap sifat objek langit yang sulit dikenali melalui pengamatan biasa.
Ke depan, para peneliti berharap semakin banyak data spektrum katai putih tersedia melalui survei astronomi. Penambahan data itu berpotensi membantu ilmuwan menemukan objek lain dengan karakteristik warna dan komposisi kimia yang tidak biasa.
Penelitian mengenai bintang hijau ini pun menambah wawasan tentang sisa evolusi bintang serta material planet yang masih dapat ditelusuri dari jarak yang sangat jauh. (SM)
