Lampung Akan Memiliki Pusat Astronomy Pertama di Sumatera

Mawardi Tombang
Rabu, 23 Januari 2019 22:43:15
lampung Astronomy Observatory

KANALSUMATERA.com - Lampung Astronomy Observatory (LAO) yang digagas sejak 2016 silam bakal segera teralisasi. Jika tak ada aral melintang, target Grand Launching pada bulan Mei 2019 mendatang.

Pembangunan pusat astronomi di bumi ruwa jurai ini diprakarsai dan ditanggung oleh tiga konsorsium, yakni Institut Teknologi Sumatera (Itera), Institut Teknologi Bandung, dan Pemerintahan Provinsi Lampung.

Awal Februari mendatang, direncanakan akan memasuki tahap pendahuluan pembangunan diatas lahan 30 hektar yang berlokasi di kawasan hutan Gunung Betung, Kemiling Bandar Lampung.

"Sejak tahun 2016 kami sudah berencana ingin membangun observatorium untuk edukasi dan riset, awalnya adalah merespon terhadap antusias masyarakat Lampung ketika fenomena gerhana matahari total " ungkap Koordinator Program Lampung Astronomy Observatory (LAO) Robiatul Muztaba kepada gatra.com di kampus Itera, Rabu (23/01) sore.

Menurut Robiatul inisiasi menambah observatorium diindonesia ditujukan sebagai jembatan pengamatan antara belahan langit utara dan belahan langit selatan, karena berada di equator, sehingga bisa menjangkau belahan langit yang lebih luas.

Pada tanggal 20 oktober 2018 silam, pembangunan LAO sudah memasuki tahap groundbreaking, dengan ditandai peletakan batu pertama berupa cap telapak tangan dari perwakilan astronom berbagai negara, yang hadir dalam pertemuan Southeast Asia Astronomy Network (SEAAN) di Itera, Lampung.

Robiatul menjelaskan, secara bertahap program LAO memiliki 6 tahapan pembangunan, diantaranya gathering, promosi, publikasi edukasi, pembukaan lahan dan kemudian memasuki pembangunan fisik

"Tahun ini sudah mulai memasuki pembangunan fisik, kami juga sudah survei kelistrikan, dan tinggal memasuki tahap membuka akses dan pengerasan jalan " kata Robiatul.

Ia menambahkan, kelak akan ada dua gedung utama yang akan dibangun dalam komplek LAO, pertama akan didahulukan adalah LAO Center yang akan dialoaksikan untuk edukasi dan astro wisata untuk masyarakat

"Di dalam LAO Center akan ada planetarium 3D, galeri, teleskop portabel diameter 0,7 meter dan teleskop Matahari," katanya menjelaskan.

Pembangunan LAO Center ini akan menghabiskan biaya sebesar Rp29 miliar, dan akan dilaunching pada 20 Mei 2019 mendatang.

"Lalu naik 300 meter ke puncak akan dibangun observatorium utama khusus untuk riset, ini akan menghabiskan dana sebesar Rp80 miliar, namun baru akan dibangun tahun 2020 mendatang," imbuhnya

Menurut Robiatul pengembangan observatorium khusus riset salah satunya adalah untuk mendukung kegiatan program studi Sains Atmosfer dan Keplanetan di kampus Itera.

Observatorium riset LAO ini berkelas profesional, dengan menggunakan teleskop robotik berdiameter 2,5 meter, LAO akan fokus pada riset klasifikasi atmosfer planet, baik dalam tata surya maupun diluar tata surya. Selain itu yang akan menjadi unggulan adalah riset spektrum fenomena ledakan bintang dan pengamatan sistem bintang ganda.

Konsep LAO merupakan konsep pertama di Indonesia yang mengintegrasikan planetarium dan observatorium berada dalam satu kompleks.

"Pemprov Lampung telah menghibahkan lahan seluas 30 hektar untuk komplek LAO, namun total keseluruhan sesuai grand design adalah 250 hektar kelak akan digunakan untuk multi disiplin keilmuan," pungkasnya.

Lainnya
Game PUBG Resmi Diharamkan di India dan Tiongkok, Indonesia Kapan?
Game PUBG Resmi Diharamkan di India dan Tiongkok, Indonesia Kapan?
Boeing Uji Coba Mobil Terbang
Ilmuan Eropa Temukan Planet Mirip Bumi?
Apple akan Rombak Total IPhone Tahun Depan?
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1