NASA Uji Teknologi Inspeksi Satelit, Upaya Baru Tekan Sampah Antariksa

Kanama
Sabtu, 10 Oktober 2026 21:30:44

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengembangkan teknologi inspeksi satelit untuk menghadapi persoalan sampah antariksa yang semakin mengancam keselamatan berbagai misi luar angkasa. Sabtu (10/10/2026).

Teknologi ini menjadi bagian dari misi Small Spacecraft Propulsion and Inspection Capability (SSPICY), yang dirancang untuk menguji kemampuan wahana antariksa dalam mendekati dan memeriksa satelit yang sudah tidak beroperasi di orbit Bumi.

Program tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan layanan inspeksi dan perawatan satelit di luar angkasa. Dengan kemampuan tersebut, kondisi satelit dapat diperiksa tanpa harus selalu mengandalkan pengamatan dari Bumi.

Baca: Era AI Ubah Praktik Hukum, In-House Counsel Hadapi Tantangan Baru

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Radio Republik Indonesia (RRI), misi SSPICY menggunakan wahana Otter 24C milik perusahaan Starfish Space. Wahana ini dirancang mendekati hingga empat satelit Amerika Serikat yang telah berhenti beroperasi di orbit rendah Bumi.

Otter 24C dilengkapi sistem propulsi, navigasi, dan kendali otonom untuk mendukung pergerakan di orbit. Wahana tersebut juga memanfaatkan perangkat lunak berbasis visi komputer agar dapat mendekati objek antariksa dengan lebih terarah.

Baca: Perkuat Jejaring Puskesmas, Dinkes Kampar Fokus Integrasi Data Pelayanan Kesehatan

Pengujian ini menjadi langkah penting untuk memahami kemampuan teknologi inspeksi satelit dalam menghadapi tantangan operasional di lingkungan antariksa.

Mengapa Inspeksi Satelit Penting?

Sampah antariksa merupakan berbagai benda buatan manusia yang tertinggal di luar angkasa, mulai dari satelit yang tidak lagi berfungsi, bagian roket, hingga pecahan benda antariksa.

Baca: BMKG Peringatkan 9 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Warga Diminta Waspada

Keberadaan benda-benda tersebut berpotensi menimbulkan tabrakan dengan satelit aktif maupun wahana antariksa lainnya. Karena bergerak dengan kecepatan tinggi, benturan dengan puing berukuran relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan serius.

Tabrakan juga dapat menghasilkan serpihan baru yang menambah kepadatan sampah di orbit. Jika kondisi ini terus berlangsung, risiko benturan berantai dapat meningkat dan mengganggu pemanfaatan orbit Bumi.

Baca: BMKG Ingatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini

Teknologi inspeksi satelit berpotensi membantu operator memperoleh informasi lebih baik mengenai kondisi objek di orbit. Informasi tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan sistem perawatan satelit dan strategi pengelolaan wahana yang sudah tidak beroperasi.

Meski demikian, inspeksi satelit tidak secara langsung menghilangkan sampah antariksa. Pengurangan puing tetap membutuhkan langkah tambahan, termasuk pengelolaan akhir masa operasional satelit dan pengembangan teknologi penanganan sampah antariksa.

NASA Kembangkan Teknologi Antariksa Generasi Berikutnya

Baca: BMKG: 13 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini, Riau Masuk Daftar

Misi SSPICY merupakan salah satu dari tiga wahana antariksa kecil yang diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon 9 dalam misi Transporter-18 pada 1 Oktober 2026 waktu setempat.

Selain SSPICY, peluncuran tersebut membawa wahana ASCENT Propulsion Dual Mode CubeSat untuk menguji sistem propulsi serta SPRITE CubeSat untuk penelitian astrofisika.

Baca: Jejak Kaki T-Rex Ditemukan, Fosil Kuno Ini Segera Dipindahkan ke Museum AS

Khusus SSPICY, pengujian teknologi inspeksi diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun. Kegiatan inspeksi terhadap satelit ditargetkan mulai dilakukan pada 2027.

Melalui pengujian tersebut, teknologi navigasi otonom dan pendekatan terhadap objek antariksa diharapkan semakin matang untuk mendukung pengembangan misi berikutnya.

Upaya ini juga memperlihatkan pentingnya inovasi teknologi dalam menjaga keberlanjutan aktivitas manusia di luar angkasa, terutama ketika jumlah satelit yang mengorbit Bumi terus bertambah.

Baca: Syahrul Aidi Bicara Masa Depan Jurnalisme dan Regulasi AI

Pengembangan teknologi inspeksi dan perawatan satelit menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung pengelolaan orbit secara lebih aman. Namun, efektivitasnya dalam mengurangi sampah antariksa masih bergantung pada hasil pengujian serta penerapan teknologi tersebut pada misi berikutnya. (SM)



Terkait
Misteri Alam Semesta Terkuak, Dark Matter Diduga Berinteraksi dengan Dark Energy
Misteri Alam Semesta Terkuak, Dark Matter Diduga Berinteraksi dengan Dark Energy
Harta Eduardo Saverin Anjlok Rp 178 Triliun, Saham Meta
Lainnya
NASA Sarankan Manusia Pindah ke Titan
NASA Sarankan Manusia Pindah ke Titan
Ngejar Popularitas Prabowo di Medsos, Tim Jokowi Pakai
Mulai Hari Ini WhatsApp di Indonesia Sudah Bisa Voice C
Ini Daftar Ponsel yang Tidak Lagi Didukung WhatsApp
Politik
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah Menuju Politik Kebangsaan
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah Menuju Politik Kebangsaan
PKS Tanjungpinang Dorong Perempuan Aktif di Politik Lew
Pemkab Bogor Petakan Sekolah Prioritas untuk Perbaikan
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat