Jejak Kaki T-Rex Ditemukan, Fosil Kuno Ini Segera Dipindahkan ke Museum AS
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Dunia paleontologi kembali mencatat penemuan penting setelah ilmuwan mengidentifikasi rangkaian jejak kaki Tyrannosaurus rex (T-Rex) dewasa yang diperkirakan berusia sekitar 66,5 juta tahun. Jumat (18/09/2026).
Jejak purba tersebut ditemukan di kawasan Formasi Hell Creek, barat daya North Dakota, Amerika Serikat. Temuan ini menarik perhatian karena menjadi salah satu bukti langka yang dapat memberikan gambaran langsung mengenai pergerakan T-Rex di lingkungan tempat hewan tersebut hidup.
Rangkaian fosil itu terdiri dari empat jejak kaki dengan tiga jari. Dua jejak berasal dari kaki kiri dan dua lainnya dari kaki kanan. Jika disusun sebagai satu lintasan, jejak tersebut membentang sekitar 23 kaki atau 7 meter.
Baca: Syahrul Aidi Bicara Masa Depan Jurnalisme dan Regulasi AI
Penelitian mengenai temuan tersebut dilakukan oleh tim dari Denver Museum of Nature and Science, Colorado, bersama peneliti dari Liverpool John Moores University, Inggris. Hasil penelitian kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Kurator senior paleontologi vertebrata di Denver Museum of Nature and Science, Tyler Lyson, menjelaskan bahwa jejak kaki memiliki nilai ilmiah tersendiri karena dapat memperlihatkan aktivitas hewan secara langsung.
Baca: Misteri Alam Semesta Terkuak, Dark Matter Diduga Berinteraksi dengan Dark Energy
“Tulang memberi tahu kita banyak hal tentang hewan-hewan ini, tetapi jejak kaki menangkap momen perilaku tertentu,” kata Lyson.
Menurut para peneliti, jejak tersebut memberikan kesempatan untuk mempelajari bagaimana T-Rex bergerak melintasi lanskap pada akhir periode Kapur.
Setiap jejak kaki memiliki panjang sekitar 0,91 meter, sedangkan jarak antarlangkah mencapai sekitar 3,9 meter. Berdasarkan analisis terhadap ukuran serta pola langkah, T-Rex tersebut diperkirakan berjalan dengan kecepatan sekitar 5,6 hingga 7,2 kilometer per jam.
Baca: Harta Eduardo Saverin Anjlok Rp 178 Triliun, Saham Meta Jadi Sorotan
Temuan ini juga menjadi penting karena bukti jejak kaki T-Rex dewasa sebelumnya masih sangat terbatas. Para ilmuwan memang telah menemukan sejumlah jejak yang diduga berasal dari T-Rex atau kerabat dekatnya, tetapi rangkaian jejak yang dapat dikaitkan dengan T-Rex dewasa merupakan temuan yang sangat jarang.
Tiga Jejak Akan Dipindahkan ke Museum
Untuk menjaga sekaligus mempelajari fosil tersebut lebih lanjut, tiga dari empat jejak kaki yang ditemukan rencananya akan dipindahkan menggunakan helikopter pada akhir 2026.
Fosil tersebut selanjutnya akan dibawa ke Denver Museum of Nature and Science untuk penelitian dan dipersiapkan sebagai bagian dari koleksi yang dapat dipelajari maupun dipamerkan kepada publik.
Sebelum dipindahkan, tim peneliti juga menggunakan teknologi pemindaian permukaan 3D beresolusi tinggi. Teknologi ini memungkinkan bentuk jejak didokumentasikan secara digital sehingga struktur fosil dapat dipelajari dan direproduksi tanpa harus selalu memindahkan material aslinya.
Penemuan tersebut pertama kali dikenali oleh Kent Hups, seorang guru sekolah asal Colorado sekaligus sukarelawan museum. Ia menemukan jejak itu ketika melakukan pengamatan di kawasan tersebut.
Hups mengatakan pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa penelitian ilmiah dapat bermula dari rasa ingin tahu dan perhatian terhadap detail.
“Sebagai seorang guru, saya selalu mengatakan kepada murid-murid saya bahwa sains dimulai dengan rasa ingin tahu, gairah, dan pengamatan yang cermat,” ujar Hups.
T-Rex diketahui merupakan salah satu dinosaurus predator besar yang hidup menjelang berakhirnya periode Kapur. Spesies ini kemudian punah dalam peristiwa kepunahan massal sekitar 66 juta tahun lalu.
Kini, jejak yang tertinggal selama puluhan juta tahun itu tidak hanya menjadi bukti keberadaan T-Rex, tetapi juga membuka peluang bagi ilmuwan untuk memahami perilaku dan pola pergerakan predator purba tersebut dengan lebih detail. (SM)
