Game PUBG Resmi Diharamkan di India dan Tiongkok, Indonesia Kapan?

Amar
Senin, 25 Maret 2019 12:14:46
Game online

KANALSUMATERA.com - DI zaman sekarang, orang-orang sudah semakin tidak bisa lepas dari yang namanya gadget. Banyak yang bisa dilakukan melalui sebuah gadget, seperti salah satunya bermain game. Game-game populer yang dimainkan itu biasanya adalah game sejenis MOBA dan survival. Nah, berbicara mengenai game survival, kalian pasti sering mendengar game PlayerUnknown's Battleground atau yang biasa disebut PUBG.

PUBG adalah game online yang biasanya dimainkan oleh anak-anak milenial. Namun Anda perlu tahu, bahwa game ini ternyata dianggap membawa dampak negatif di negara lain. Anda yang bermain game ini pasti tahu kalau game ini memang mengandung unsur kekerasan seperti menembak dan membunuh.

Beberapa negara sudah memutuskan untuk mengharamkan PUBG. Namun ada juga beberapa negara yang mempertimbangkan untuk ikut mengharamkan game tersebut. Mari kita simak ulasan mengenai negara-negara yang siap menghapus PUBG, yang sudah Okezone rangkum, Minggu (24/3/2019).

1. Malaysia

Seorang ulama Malaysia, Mufti Negri Sembilan Datuk Mohd Yusof Ahmad, mengutarakan keinginannya untuk segera mengharamkan PUBG. Ia yakin bahwa game ini dibuat dengan tujuan untuk membentuk pikiran generasi muda menikmati kegiatan negatif seperti perang dan bertarung.

Meskipun sudah ada rencana untuk mengharamkan game tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, menyatakan kalau ia tidak setuju degan ide tersebut, karena menurutnya suatu game mobile tidak bisa dijadikan tolak ukur akan kekerasan di dunia nyata. Maka dari itu Malaysia masih ragu untuk mengharamkan game ini.

2. Indonesia

Kejadian penembakan di Selandia Baru, yang dianggap disebabkan oleh game PUBG, membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram pada game PUBG. Ketua MUI Jabar, Rahmat Safe’i, mengatakan bahwa MUI masih akan melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai seberapa besar pengaruh negatif yang diberikan game PUBG tehadap pemainnya.

3. Irak

Negara Irak juga mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram pada game PUBG. Ketua komite fatwa Irak, Irfan Rasheed, mengatakan kalau PUBG itu termasuk ke dalam kategori haram karena sudah membuat orang menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak ada artinya. Namun ia juga tetap melakukan pengkajian lebih dalam terdahulu mengenai dampak dari game tersebut, sebelum mengeluarkan fatwa haram.


4. Pakistan

Tidak jauh berbeda dengan Irak, para ulama Pakistan juga akan segera mengeluarkan fatwa haram terhadap game PUBG. Mereka menganggap bahwa orang-orang Yahudi telah menciptakan game tersebut untuk mengalihkan perhatian umat Muslim. Selain itu, game survival ini dianggap mirip seperti pertarungan besar sebelum hari penghakiman atau biasa disebut Al-Malhamadal Kubra, yaitu perang terbesar yang pernah ada. Namun, sekali lagi, mereka juga tidak bisa sembarangan mengeluarkan fatwa haram dan perlu melakukan penelusuran lebih lanjut.

5. India

Berbeda dari negara-negara sebelumnya - yang baru mempertimbangkan untuk mengharamkan game PUBG - negara India sudah secara resmi mengharamkam game survival tersebut. Sudah dilaporkan bahwa ada 4 kota di India yang melarang warganya untuk bermain PUBG, salah satunya adalah Kota Rajkot, Gujarat, India. Kepolisian juga mendukung peraturan ini dan secara tegas melarang game PUBG. Sekiranya sudah 10 orang yang ditangkap karena bermain game tersebut dan hukuman yang diberikan itu seperti menyita smartphone.

6. Tiongkok

Sama dengan India, Tiongkok juga mengeluarkan larangan untuk bermain game online PUBG. Larangan itu datang dari Komite Peninjauan Etika Online yang ditugasi untuk meninjau game online yang melanggar aturan sosial dan etika negara, dan game PUBG termasuk. oz/ks

Lainnya
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Awas.. Ada Judi Berbungkus Game Anak-Anak di iOS
Apple Incar Pembelian Bisnis Modem 5G Intel
Habis Kena Hujan Mobil Wajib Dicuci, Ini Alasannya
Waspada, Polri Gandeng Mahasiswa Tangkal Hoaks Jelang P
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt