NASA Sebut Letusan Gunung Agung Mampu Selamatkan Bumi, Benarkah?

Alwira Fanzary
Senin, 14 Januari 2019 21:22:00
Gunung Agung tampak dari kejauhan

KANALSUMATERA.com - Baru-baru ini, Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, beberapa kali mengejutkan warga sekitar dengan terjadinya erupsi. Namun, peneliti NASA menemukan bahwa letusan Gunung Agung rupanya mampu selamatkan Bumi dari perubahan iklim.

Hasil rekaman Pos Pemantauan Gunung Api Agung pada 10 Januari lalu di Desa Rendang, mencatat amplitudo letusan tersebut mencapai hingga 22 mm dengan durasi sekitar empat menit. Letusan itu tentu membuat banyak orang, khususnya penduduk Bali menjadi was-was. Namun, rupanya NASA memiliki pendapat lain.

Dilansir dari Express, dalam penelitian mengenai peristiwa alam ini, para peneliti NASA menemukan bahwa bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer mampu digunakan untuk melawan perubahan iklim yang terjadi.

Meskipun tidak jauh berbeda dengan beberapa gunung api lainnya, namun letusan yang dihasilkan Gunung Agung memiliki keunikan tersendiri, sehingga membuat para peneliti tertarik meneliti lebih jauh.

Pada dasarnya, saat gunung api mengalami letusan yang besar, akan terjadi musim dingin vulkanik yang membuat perubahan iklim secara drastis. Misalnya, pada tahun 1815 ketika Gunung Tambora meletus, terjadi musim dingin sepanjang tahun. Wilayah Albany hingga New York dikabarkan mengalami musim salju selama setahun hingga kelaparan terjadi di banyak tempat karena kerusakan tanaman pangan.

Hal ini yang menjadi patokan para peneliti dan percaya jika letusan Gunung Agung mampu mempengaruhi iklim layaknya Gunung Tambora.

Faktor lain yang membuat para peneliti tertarik dengan Gunung Agung adalah letusan Gunung Pinatubo di Filipina. Letusan gunung ini disebut-sebut sebagai letusan terbesar pada abad ke-10.

Saat meletus, Gunung Pinatubo memuntahkan satu mil kubik batu dan abu ke udara beserta 20 juta ton gas belerang dioksida ke atmosfer. Letusan Gunung Pinatubo ini sukses mengeluarkan sejumlah besar gas yang menyebar ke seluruh dunia yang berimbas pada terjadinya reaksi kimia.

Gas yang bercampur uap air tersebut menghasilkan tetesan air dingin yang disebut sebagai aerosol. Aerosol kemudian memantulkan sinar Matahari yang menjauhi Bumi dan membuat suhu Bumi turun selama beberapa tahun.

Karakter Gunung Agung serupa dengan Gunung Pinatubo ini yang membuat para peneliti NASA menggunakannya untuk menjadi bahan penelitian dan percobaan. Untuk melancarkan penelitiannya, para peneliti berencana untuk menerbangkan balon berisi perangkat teknologi untuk mengukur dampak letusan tersebut ke atmosfer Bumi.

Jika letusan Gunung Agung serupa dengan letusan pada tahun 1963, maka dapat dipastikan jika gunung ini mampu memompa belerang dioksida dalam jumlah besar ke atmosfer.

Sayangnya, saat fenomena ini terjadi, lapisan ozon Bumi akan rusak sebelum kemudian menciptakan efek pendinginan pada Bumi. Walaupun letusan Gunung Agung sangat memungkinkan untuk selamatkan Bumi dari perubahan iklim, namun mengenai kapan letusan besar ini akan terjadi masih belum diketahui. So/Kso

Lainnya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Wow, Bekas Mobil Dinas Sukarno Pernah Ditawar Pakai Cek
NASA Berencana Terbangkan Astronot ke Bulan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad