Dosen ITB: Dana Riset Belum Jelas untuk Industri 4.0

Alwira Fanzary
Minggu, 17 Februari 2019 21:47:30
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - CEO Bukalapak Ahmad Zaky menyoal industri 4.0 serta dana riset dan pengembangan dari pemerintah. Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Suhono Harso Supangkat mengatakan, dana riset dan pengembangan dari pemerintah belum khusus untuk revolusi industri ke-empat.

"Apakah 4.0 sudah sama konsepnya antarinstansi atau jalan sendiri-sendiri," kata guru besar dari Kelompok Keahlian Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB itu.

Menurut Suhono, seperti yang dilansir dari Tempo.co, dana riset dan pengembangan di perguruan tinggi seperti ITB berasal dari internal juga pemerintah. ITB punya dana sendiri yang dibagikan per tahun. "Masing-masing kelompok riset dan pengembangan dapat Rp 500 juta, total Rp 50 miliar," katanya Jumat, 15 Februari 2019.

Dana riset yang lain adalah kompetitif dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dengan beragam inovasi, seperti yang strategis bisa lebih dari Rp 35 miliar per tahun untuk dikompetisikan. "Tapi tidak disinggung industri 4.0. Itu sebenarnya belum clear apakah dari Kementerian Perindustrian atau Kemenristekdikti," kata pengembang konsep kota pintar itu.

Riset dan pengembangan yang didanai dari pemerintah itu belum ada yang khusus terkait industri 4.0 yang bertulang punggung Internet of Things, Artificial Intellegent, maupun terkait Big Data. "Apakah itu suatu jargon atau transformasi peradaban? Industri ingin segala kualitas hidup lebih mudah, ini tantangan bersama," ujarnya. Selain itu, dana riset yang terkait industri 4.0 belum jelas siapa yang ditugaskan dan berhubungan dengan siapa seperti di Jepang.

Sebelumnya diberitakan, di akun Twitternya CEO Bukalapak Ahmad Zaky berkicau bahwa omong kosong industri 4.0 jika budget riset dan pengembangan negara seperti saat ini. Ia membandingkan angkanya dengan beberapa negara.

Zaky membandingkan dengan dana riset dan pengembangan di Amerika sebesar US$ 511 miliar, Cina US$ 451 miliar, Jepang US$ 165 miliar, Jerman US$ 118 miliar, Korea US$ 91 miliar, Taiwan US$ 33 miliar, Australia US$ 23 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Singapore US$ 10 miliar, dan Indonesia US$ 2 miliar.

Menutup keluhan tersebut, Zaky berharap ada perubahan dengan Pemilihan Presiden tahun ini. "Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin," katanya. Kicauan Zaky itu menyebabkan viral tagar #Uninstallbukalapak di sosial media.

Menurut Zaky, tujuan dari tweet-nya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi di riset dan sumber daya manusia kelas tinggi. Dia mengatakan jangan sampai Indonesia kalah sama negara-negara lain. Kso



Lainnya
Apple Incar Pembelian Bisnis Modem 5G Intel
Apple Incar Pembelian Bisnis Modem 5G Intel
Korea Selatan Tunda Terapkan Teknologi 5G, Ini Alasanny
Terbaru, Oppo Siapkan Smartphone dengan 10X Optical Zoo
Apple akan Rombak Total IPhone Tahun Depan?
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I