LIPI Desak Infrastruktur Mobil Listrik Segera Dibangun

Alwira Fanzary
Sabtu, 2 Maret 2019 09:31:35
Stasiun pengisian untuk mobil listrik

KANALSUMATERA.com - Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI, Maxensius Tri Sambodo mengatakan, konsumsi energi di sektor transportasi terus meningkat. Oleh karena itu dia menyarankan pemerintah untuk segera membangun infrastruktur untuk mobil listrik.

"Mobil listrik tidak hanya membantu pengurangan emisi kita di sektor transportasi, tapi juga akan banyak membuat penghematan di sektor bahan bakar. Di samping infrastruktur juga harus ada peran perbankan, yang bisa mendukung pembayaran kredit," katanya usai Seminar Energi di LIPI, Jakarta, Jumat 1 Maret 2019 seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Alasan berikutnya yang dilakukan ialah terkait dengan negara yang masih impor bahan bakar. Hal ini menjadi salah satu strategi yang harus pemerintah disiapkan. Maxensius bercerita, pemerintah China mensubsidi yang cukup besar terhadap mobil listrik untuk konsumen.

Indonesia bisa pelan-pelan mengembangkannya agar bisa menyelamatkan energi, menurunkan emisi gas rumah kaca dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada supaya tidak mubazir. Jika sudah beralih ke transportasi tersebut, penghematannya bisa mencapai 80 persen, dibandingkan dengan opsi Pertalite.

"Ini suatu penghematan yang besar sekali. Tapi memang problemnya ini kan mahal, sehingga perlu uang yang cukup besar. Kalau dihitung-hitung 80 persen dikalikan bertahun-tahun, itu berapa banyak uang yang sudah kita buang," katanya.

Hal ini merupakan suatu keuntungan yang bisa dimanfaatkan. Maka dari itu, kata dia, pemerintah diharapkan membangun skema pembiayaan. Bahkan bisa juga menggandeng Grab dan Gojek, untuk membantu penetrasi energi bersih di sektor transportasi.

Pengembangan kendaraan itu, kata Maxensius, harus berkolaborasi dengan industri mobil listrik. Fungsinya agar bisa menekan biaya impor komponennya. Tahap awal memilih cara ini agar relatif lebih mudah, dan untuk mengejar ketertinggalan.

"Untuk saat ini lebih baik merakit saja, karena tingkat pabrikasi masih dalam proses. Itu kalau kita mau mengejar kecepatan. Komponennya saja kita berikan tarif yang murah, supaya perakitan mobil listrik bisa semakin marak dan harganya lebih bersahabat," katanya. Kso



Lainnya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Korea Selatan Tunda Terapkan Teknologi 5G, Ini Alasanny
Google Kembangkan Ponsel Tanpa Sentuh
Sony akan Rilis Paket Playstation 4 Party Bundle, Berap
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray,
Nasional
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai Modus Baru Peredaran Narkoba Cair
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat