Guru Besar IPB: 14 Tahun Lagi Gas Rumah Kaca Penuhi Atmosfer

Alwira Fanzary
Rabu, 27 Maret 2019 15:57:02
Planet Bumi

KANALSUMATERA.com - Konsentrasi gas ruma kaca di atmosfer sudah mendekati 400 mega ton ppm dari total kuota yang bisa ditampung yakni 1500 mega ton ppm. Jika pola pembangunan di dunia tidak segera berubah, 14 tahun ke depan, angka itu akan terpenuhi.

Hal ini disampaikan Prof. Rizaldi Boer, Guru Besar tetap, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam International Symposium on Ecocity Bogor di Hotel Savero Bogor, 22 Maret 2019.

Sebagaimana disampaikan dalam rilis pada, 27 Maret 2019, Rizaldi mengatakan, “Kita sedang berpacu dengan waktu. Saat ini diperkirakan 50 persen emisi dunia itu disumbangkan oleh negara-negara Asia yang sedang membangun."

"Dunia berharap kita melakukan pembangunan dengan low carbon. Sehingga pada tahun 2050 diharapkan tidak ada lagi emisi. Intinya adalah, kita tidak bisa membiarkan emisi terus meningkat karena akan mengancam kehidupan anak cucu kita,” ujarnya.

Menurutnya, dengan dukungan sains, kita harus bisa menyinkronkan semua rencana pembangunan kota dan melihat implikasinya terkait dengan isu perubahan iklim. Dalam konteks nasional, Indonesia harus menurunkan 29 persen emisinya. Selain menggunakan teknologi yang rendah karbon, upaya paling mudah adalah mengubah perilaku.

“Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan upaya-upaya seperti mengganti moda transportasi dari microbus ke minibus, telah membuat pedestrian dan jalur sepeda. Tetapi seberapa besar dampak dari upaya tersebut yang ingin kita jadikan sebagai acuan baseline. Itu yang harus dijawab. Tentu butuh pemahaman yang baik dari pemerintah kota supaya dapat menyusun strategi yang terukur,” ujarnya.

Acara ini terselenggara berkat kerja sama IPB dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemda Kota Bogor, National Institute for Environmental Studies (NIES), Kementerian Lingkungan Hidup Jepang dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Melalui acara ini diharapkan muncul pikiran kreatif yang didorong untuk berbagi pemikiran dan pengalaman tentang cara terbaik untuk merespons tantangan dalam perubahan iklim. Simposium ini mengumpulkan para pemangku kepentingan yang berperan penting, yang akan memainkan peran dan membuka peluang untuk memenuhi tantangan global ini.

Dalam paparannya, Prof. Tsuyoshi Fujita dari NIES, Jepang menyampaikan bahwa semua penduduk bumi sedang menghadapi bencana pemanasan global. Namun di Jepang, sudah banyak teknologi ramah lingkungan yang bisa ditiru atau transfer teknologi untuk menanggulangi global warming.

Sementara itu, Wakil Rektor bidang Kerjasama dan Sistem Informasi, IPB, Prof. Dodik R. Nurrochmat mengatakan bahwa sejak tahun 2015, IPB telah mencanangkan Green Campus 2020. Tujuan utama Green Campus IPB adalah mewujudkan IPB sebagai kampus kondusif untuk lingkungan belajar, ramah, nyaman, dan aman. Mendukung agrowisata-agrowisata yang berkelanjutan.

“Banyak program telah diluncurkan dan diuji di Kampus IPB Dramaga untuk mencapai transportasi hijau, gerakan hijau, hijau energi dan bangunan hijau atau ruang terbuka. Diharapkan secara bertahap IPB akan menjadi Green Campus pada tahun 2020,” imbuhnya.

Menurutnya, IPB juga telah mengimplementasikan beberapa program pengembangan masyarakat yang terkait dengan penurunan emisi karbon kepada masyarakat di sekitar kampus dan di luar kampus hasil kerja sama dengan berbagai pihak baik nasional maupun internasional.

“Target IPB adalah bagaimana tujuan pembangunan bisa tercapai, pada saat yang sama kita bisa menurunkan emisi kita, inilah baseline bagaimana kita bisa menurunkannya dalam konteks nasional,” tandasnya. Kso

Lainnya
Game PUBG Resmi Diharamkan di India dan Tiongkok, Indonesia Kapan?
Game PUBG Resmi Diharamkan di India dan Tiongkok, Indonesia Kapan?
NASA Berencana Terbangkan Astronot ke Bulan
Mulai Hari Ini WhatsApp di Indonesia Sudah Bisa Voice C
Boeing Uji Coba Mobil Terbang
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto